2/02/2014

2013's Up and Down

I know it’s kinda late to write my 2013 review, but I feel like I still have to write this down cause 2013 turns out to be the most campur aduk year amongst the other 19 years that I’ve been living.

Well, mari mulai dengan awal tahun. Just like every other new year eves, I set up my yearly goals. Kalo resolusi besar tahun 2011 itu nabung which is unfortunately kurang berhasil, tahun 2012 resolusi gue adalah selalu sikat gigi tiap sebelum tidur (ya, benar sekali saudara-saudara, anak ini emang jorok. sebelumnya suka males sikat gigi sebelum tidur) which Alhamdulillah works, dan untuk 2013 ini kebetulan big goalnya adalah graduated from ITB. Sebenernya ada beberapa resolusi pendukung lain, kayak penelitian-RP-kompre (3 syarat kelulusan di prodi gue) dapet A, trus abis lulus langsung dapet kerja, and I also set some mission to be accomplished before graduated. But still the main issue here is to be graduated first, dan sayangnya resolusi besar ini tidak tercapai – nanti akan gue bahas satu-satu di bawah.

More or less, here are some highlights of my 2013
1. Goodbye teenager, welcome 20!
Yap, di tahun 2013 ini gue resmi secara angka bukan lagi seorang teenager. Kalo kelakuan sih, ya…. Udah jauh sebelum 2013 dewasanya hakakak. Sebenernya ga ada yang bener-bener istimewa sih dari berumur kepala dua ini. Sama-sama aja, cuma lebih merasa tua aja kalo lagi ditanya umur sama orang hehe. Yet for some people, being 20 changes several important things in life, for example like the magazine you read (eh, important ga sih ini?). Mungkin tadinya suka baca Go Girl sekarang bacanya udah Cosmopolitan. But since I’m not a fan of stuffs like that dan bacaan gue dari lahir sampe sekarang ga berubah; komik, so I feel no significant difference :p
2. Hello new people!
Setelah gue sadari, 2013 ini tahun di mana gue bertemu dengan banyaaaak orang baru dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Though most of them are still from ITB, tapi ga sedikit juga yang bukan anak ITB bahkan bukan mahasiswa. Some of them are just meant to be a fine colleague, some of them are worth to spend time with, and some even turn out to be in my “Alhamdulillah pernah kenal dia” list. Yet, over all sebenernya tetap gue bersyukur sih bisa dapet kesempatan ketemu dan kenal sama semua orang-orang tersebut hehe. Meeting new people, making new friends somehow can fill a positive energy within my self. I happen to learn new things, get different and new point of view towards something, and also realize that there’re so many great people out there I haven’t met.
3. Win a college competition
This is included in my “things to do before graduate” lists. I’m so glad that after 4 years I’ve been in this campus whose students are so actively involved and also succeed in both global and local competitions, I finally can win one. Akhirnya juga kolom “Achievement” di CV-ku ada isinya :”). Walaupun sebenernya lomba yang gue ikutin ini ga ada hubungannya sama sekali sama keprofesian jurusan gue, but who cares?! I’m the champion baby!!wohooo~
The trophy for winning Neon Award Competition held by UPH
4. Finish two out of three pre-requisites to be a bachelor
Kalo di jurusan lain kan biasanya TA-nya penelitian aja tuh. Jadi habis sidang penelitian, langsung dapet gelar sarjana. Nah kalo di jurusan gue beda nih, karena ada tiga TA. Jadi yang menjadi puncak dan menentukan kelulusan adalah ujian komprehensif, syarat untuk bisa ujian kompre ini adalah sudah sidang penelitian dan sidang rancang pabrik(RP). Well I supposed to finish the three of them by 2013 since my goal is to be graduated that year. Yet the destiny is not mine to control. So I happened to just finish 2 of them, which are sidang penelitian dan sidang RP. Sebenernya sidang RP gue ini gue selesaikan tepat waktu, jadi yang bermasalah adalah sidang penelitian. Kalo dijabarin di sini ceritanya bisa panjang kali lebar kali tinggi banget so I plan to make a separate post abt this. Still, Alhamdulillah the remaining task to do is only one. Kompre, I’m gonna beat you up this March! Watch your self~
Kelompok Rancang Pabrik PT Buncit Sejahtera usai sidang RP
5. Got a chance to do internship at Chevron
I think this one is my favorite part of 2013, because I really got many lessons, both life lessons and technical lessons, from this occasion! Well I’m planning to make a different post about this one too hehe. But to sum up, melalui internship ini gue dapet kesempatan untuk mengenal lebih dalam tentang oil and gas industry which apparently is a kind of industry that is also strongly related to my major, chemical engineering.
I got so many priceless experience seperti dikasih kesempatan untuk belajar banyak tentang drilling engineering which i didn’t know at all at the frist time I got there, dikasih kesempatan untuk ke rig, dibayarin training seharga 4jt, dapet kesempatan jg untuk ketemu dan belajar dari business partnernya Chevron. Dan yang ga kalah pricelessnya sih adalah dapet banyak pelajaran hidup, like how to survive and quickly adapt in a totally new environment, how to deal with older colleague, how to beat the fear inside yourself and widen your comfort zone, yang terakhir yang cukup penting; how to keep okay while you can’t go home to meet and join your family on Lebaran Day hahaha (mungkin beberapa orang udah ada yg kebiasa ya, tapi bagi gue ini adalah pengalaman pertama). Really, I’m truly grateful to have this chance.
Anak norak foto-foto di Rig MTR-2, Attaka Field, Kalimantan Timur
NB: terimakasih banyak kepada pihak-pihak yang membantu gue buat lolos seleksi UPP internship ini, you don’t know how much I owe you :)
6. I lost both my laptop and my new handphone
Kalo ga ceroboh namanya bukan Priska. Hahaha. Di 2013 gue kehilangan dua benda yang paling penting dalam kelangsungan hidup di era millennium ini. Yang pertama laptop. Yang laptop ini hilangnya gegara gue tinggal di dalem mobil temen pas gue lagi makan sih, jadi mobil temen gue dibobol sama maling gitu. Biasanya gue ga pernah loh ninggalin laptop di dalem mobil, karena kejadian kaca mobil dipecahin pas parker di pinggir jalan ini udah sering terjadi di Bandung. But that night, gatau deh apa yang membuat gue berpikir untuk ga nurunin laptop. Nah sadly, dari dua laptop yang ada di dalem mobil, Cuma laptop gue doang yang dicolong (bukan, bukan gue berharap laptop temen gue ini diambil juga) dan saat itu gue lagi ribet-ribetnya ngerjain RP which is butuh laptop. Untungnya waktu itu semua file yang berkenaan dengan TA, gue simpen backupnya di email dan di dropbox so at least the data is safe. However, I lost another precious data kayak foto-foto jaman SMP-SMA yang udah ga ada back up nya lagi. Tapi yasudah lah...huhu
Setelah kejadian laptop hilang ini, temen gue yang kasian-banget-kaca-mobilnya-dipecahin sweet banget tiba-tiba nganterin cokelat ke kosan untuk menghibur gue xixixi. In case orangnya baca: hai, apa kabar? makasih banyak yaaa! :””)
Yang kedua kehilangan handphone yang dibeli pake jerih payah sendiri dan baru dipake 3 minggu. Syediiiih. Ini salah satu kejadian kehilangan yang gue susah banget ikhlasinnya hahaha. Kalo yang ini gegara kecopetan sih waktu lagi belajar-belajar cantik di Calais. Beware ppl, jangan sembarangan naro hp ya, kalo bisa di tempat umum ngeluarin hp seperlunya aja. Don’t make a chance for them to do the smuggling!
Anyway, satu hal yang gue yakini setiap kehilangan sesuatu; Allah will give you something better in return of something that He took from you.
7. Gagal wisuda Oktober
Menurut gue, tahun 2013 itu tahunnya belajar ikhlas banget sih. Selain karena peristiwa yg gue alamin di no.6, banyak hal-hal lain yang terjadi yang intinya ngajarin gue buat ikhlas. Salah satu contohnya adalah gagal wisuda Oktober. Jadi, seperti yg udah gue certain di atas, bahwasanya ada 3 syarat kelulusan di jurusan gue dengan penentu kelulusannya adalah ujian kompre. Seperti yang udah gue bilang jg bahwa untuk bisa ujian kompre harus udah sidang penelitian dan sidang RP.
Kondisinya adalah saat itu penelitian gue ini topiknya agak sepele tapi alatnya super ribet. Karena keribetan ini akhirnya alat gue baru bisa jadi itu kira-kira bulan Mei akhir, which bikin gue baru bisa nge-run (ngambil data) di bulan Juni. Lalu tiba-tiba di bulan Juni gue dapet panggilan untuk internship di Chevron yang membuat akhirnya penelitian gue harus pisah kelompok dg partner gue dan harus gue tunda sampe selesai internship, which is August 25th. Though I’ve done my very best and I already struggle to finish my research project right on time before the deadline, I guess Allah doesn’t let me to graduate that October and gives another scenario instead. Jadi pada akhirnya penelitian gue ga bisa gue selesaikan tepat waktu dan gue ga bisa ikut ujian komprehensif utk periode Oktober yang berujung pad ague ga bisa diwisuda di bulan Oktober. And that makes me sad as hell. Karena yang pertama; gagal oktober means you have to wait til April and it’s still like 6 months away, what am I gonna do till then?. Lalu yg kedua; diwisuda April means lo harus bayar uang kosan lagi sampe 6 bulan ke depan dan mesti bayar uang semesteran lagi, meeen di saat temen2 seangkatan lo udah ngasih gaji pertamanya ke orangtua lo malah masih minta duit buat bayar kosan dan kuliah? Yang ketiga; telat lulus à telat dapet kerja karena banyak perusahaan yg mensyaratkan lo harus udh lulus klo mau daftar. Yang keempat; di saat orang-orang udh move on to next chapter of life, lo msh harus stuck dg campus life and it’s really sad to watch them go, leaving you, friendless, in Bandung. Hiks.
Tetapi, dengan adanya kejadian ini, gue jd sadar bahwa orang-orang di sekeliling gue ternyata peduli banget sama gue. Pada saat gue down, mereka semua selalu ada dan siap buat ngebantu. I really feel loved and blessed. And it turns out bahwa menunda kelulusan ga seburuk itu kok. I happen to join my lecturer’s team for doing a project about textile and I can make my own money from this. I also join another project which is a Bandung-scale project and make the most experience out of it. Status mahasiswa ini jug ague pergunakan sebaik mungkin terutama untuk ikut ulang lomba-lomba yang tahun lalu udah gue ikutin tapi gagal. Karena ga ada kuliah, waktunya lebih luang, jadi bisa ngerjain lomba-lomba tsb dg lebih maksimal. Meskipun hasilnya belum keluar, I’m glad at least I know that I have done my very best. Maybe those are what they called ‘blessing in disguise’. Allah knows while you don’t, right? J
8. Gerakan Sejuta Biopori
Ini adalah salah satu proyek yang gue ikutin selama mengisi 6 bulan gue di Bandung. This actually is Pemkot Bandung’s project yang pelaksanaannya dilakukan oleh konsorsium. Sesuai namanya, proyek ini bergerak di bidang lingkungan dengan big goal membuat sejuta lubang biopori di Kota Bandung. Konsep besarnya, masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif membuat lubang biopori dengan cara mengikuti lomba pangbanyak-banyak bikin lubang per RT dan tentu saja ada hadiah menarik bagi para pemenangnya. My role in this project is to be secretary of the committee.
This is my very first time to take part in a large scale project, plus it’s government project. Jelas, gue belajar banyaaaak banget dari sini. I learn how bureaucracy really works in Indonesia, particularly in Bandung, and man it’s damn ribet! Hahaha. Gue jg banyak belajar pelajaran hidup yang ga kalah penting lainnya, kayak how to handle things underpressure, how to deal with angry people, and so on.  Teruss melalui proyek ini gue jd ketemu banyak temen baru yang seru dan menyenangkan.
Tim relawan ceria Gerakan Sejuta Biopori
Joining this project also really gives me another perspective towards profession. Ternyata ada orang yang emang kerjanya adalah sebagai aktivis lingkungan, ngerjain proyek-proyek yang berhubungan sama lingkungan. They dedicate their lives to fix the environment, make small money out of it – well, maybe sometimes big. Dulu dibayangan gue aktivis-aktivis lingkungan itu punya kerjaan utama, dan bebenah lingkungan cuma sampingan. Tapi ternyata sebagain besar yg gue temui ga seperti itu. I’m amazed of how they can follow their passion and not driven by money. They do what they love and by doing it they also make a significant contribution to the earth, to the environment, to other people. I really wish someday I could be like them.
9. Have a very first crush on ITB guy
Well tho this is quite personal but it’s one of my 2013 highlight, so I’m still gonna write about this yet it won’t be specific. Yes, since 2009 I’ve been studying in ITB, I got my very first crush on ITB guy in my fourth year of college. Kelamaan yah hehe. Bukan anak ITB ga ada yang keren baik dan soleh, bukan. Bukan gue keasikan belajar juga. Tapi selama itu ga ada yg bisa menarik hati aja (cieee).  No one knows about this, including anyone who is close to me in college. I decide it to be just secret between me and myself. Turns out this happens to be just another crush, I mean like I’m happy to be around him, hang out together, have a chit-chat over night, but yeah it won’t go further than that. Until now we remain just friends, and I no longer have a crush on him hehe :p. Yet still I’m happy to ever have this feeling existed during my college life.

Well, those are pretty much the bitter sweet of my 2013. I cant wait to have the better one this year. 2014, please be nice! :D

No comments:

Post a Comment